Friday, December 26, 2008

matematika itu tidak sulit.........

Matematika adalah ilmu dasar sains yang memiliki cabang-cabang ilmu lain di dalamnya. Matematika merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Pada pelajaran matematika, biasanya yang dipelajari adalah persoalan hitung menghitung. Matematika sangat berperan penting dalam banyak hal karena pelajaran menghitungnya. Namun, banyak orang beranggapan bahwa matematika itu sulit, membosankan, membuat stress, pelajaran matematika itu sulit dan menakutkan. Mungkin ada beberapa persoalan yang sukat, namun tidak semuanya seperti itu sulit dan menakutkan. Mungkin ada beberapa persoalan yang sukar, namun tidak semuanya seperti itu. Pelajaran matematika juga tidak selamanya membosankan, kadang bias membuat senang dan mengajikan. Orang yang sudah beranggapan bahwa matematika sulit, pasti nantinya akan tidak menyukai matematika dan sulit untuk mempelajarinya. Karena tidak suka lalu sulit mempelajarinya, maka apabila ada persoalan matematika pasti susah memecahkannya. Sebenarnya matematika tidaklah sulit dan menakutkan, semua tergantung pada individu masing-masing. Mungkin salah satu alas an mengapa kadang banyak orang beranggapan bahwa matematika itu sulit, karena mereka belum atau tidak mengenal matematika. Sama seperti pepatah “Tak kenal maka tak sayang”, hal tersebut seharusnya diterapkan juga pada matematika. Karena belum mengenal matematika, dan langsung beranggapan bahwa matematika itu sulit, jadi orang tersebut akan mendapatkan kesulitan dalam mengerjakan matematika. Menurut saya, orang selalu “mengejudge” matematika itu sulit, sehingga tidak tertanam rasa suka terhadap matematika.

Alasan lain orang beranggapan bahwa matematika sulit karena matematika merupakan ilmu pasti, yang selalu berhubungan dengan angka. Matematika selalu berhubungan dengan angka dan angka, anggapan orang angka-angka itu suatu yang rumit. Karena dianggap rumit lalu orang tersebut malas untuk belajar matematika, kemudian apabila ada permasalahan matematika ia tidak bias mengerjakan. Pada akhirnya ia pasti beranggapan matematika itu sulit. Karena ilmu pasti, jadi jawaban atau solusi pada persoalan matematika itu juga pasti.

Selain kedua alas an tersebut, ada beberapa alasan yang lain. Diantaranya adalah faktor dari guru, mungkin dulu diajar guru matematika yang kurang disukai (galak atau killer) sehingga membuat ia tidak suka matematika, sehingga menganggap bahwa matematika itu sulit. Metode guru mengajar juga berpengaruh dalam penanaman anggapan orang bahwa matematika itu sulit. Contohnya, apabila guru mengejar, hanya diterangkan saja, murid jadi bosen, kemudian pelajaran tidak dapat diterima dengan baik. Sehingga anak tersebut menjadi tidak suka terhadap matematika, lalu menganggap bahwa matematika itu sulit.

Mitos bahwa matematika itu sulit sampai sekarang masih ada, sehingga hal tersebut juga mempengaruhi anggapan orang, kalau matematika itu sulit. Kemudian orang jadi takut dengan pelajaran matematika. Matematika adalah ilmu hitung, jadi harus banyak latihan agar dapat mendalami pelajaran matika. Mulailah menyukai matematika, agar anggapan bahwa matematika itu sulit dapat terhapuskan.

Sebenarnya cara belajar matematika, agar tidak membosankan itu sama seperti cara pelajaran yang lain. Cara belajar, berarti berhubungan dengan metode belajar. Jadi disini yang berperan adalah guru, dan siswa yang menjalnkannya. Sebelumnya siswa harus mempunyai motivasi serta inofasi dalam diri pribadi. Guru juga mempunyai metode yang dikemas sedemikian sehingga pelajaran matematika itu tidak membosankan.

Alat peraga merupakan salah stu bahan untuk mengajar pelajaran terasa tidak membosankan. Contohnya pada saat guru menerangkan tentang bangun-bangun ruang, guru memberikan benda-benda tersebut secara nyata, seperti tabung, kubus, kerucut. Jadi guru tidak hanya menggambarkan dan menerangkan saja. Alangkah lebih baiknya murid juga diajak untuk membuatnya, sehingga anak juga berperan aktif dan dapat membuat pelajaran menjadi tidak membosankan. Namun tidak semua pelajaran matematika dapat diterangkan dengan alat peraga.

Untuk pelajaran matematika yang tidak dapat menggunakan alat peraga, kita bisa siasati dengan praktek lapangan. Langkah ini juga dapat membuat suasana pelajaran jadi tidak membosankan. Salah satu contoh praktek lapangan dalam pelajaran matematika adalah menghitung populasi. Kita bias langsung terjun ke lepangan dan dapat menghitung populasi (dalam statiska contohnya adalah sensus). Disini anak juga ikut mengambil bagian, sehingga tidak membosankan.

Saat belajar sendiri, agar terasa tidak membosankan bias mengunjungi tempat-tempat edukatif, seperti taman pintar atau museum matematika. Pada saat ada acara-acara yang bersifat edukatif, seperti pameran sains atau lomba-lomba, ikutilah agar belajar terasa senang dan tidak membosankan. Aplikasikan apa yang telah dipelajari pada kehidupan sehari-hari agar lebih bermanfaat dan tidak menimbulkan rasa bosan. Mengikuti les di luar sekolah.

Kalau belajar sendiri merasa bosan, anda dapat belajar kelompok dengan teman agar tidak membosankan. Wkatu belajar juga bisa diatur agar tidak membosankan. Tempat belajar juga berpengaruh, bias pindah tempat atau diubah tempat belajarnya, agar tidak terasa bosan. Butuh motivasi juga agar semangat belajar sehingga kalau belajar tidak bosenan, yang paling utama adalah singkirkan rasa malas dan tanamkan lalu rasa suka belajar matematika.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment